Buka Jam 08.00 - 16.00 WIB

085729942999

0274 4291154

kantorpengacara_ram@yahoo.com

roy_alminfa@yahoo.co.id

Menu

Syarat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

0 Comments

Ketenagakerjaan, LBH-RI.com – Tidak semua perusahaan mempekerjakan karyawannya sebagai pekerja tetap. Terkadang banyak perusahaan yang memberlakukan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), atau biasa dikenal dengan kerja kontrak, terhadap karyawannya dengan tujuan fleksibelitas dan efisiensi. Karyawan yang jenis waktunya sudah ditentukan seperti ini biasanya disebut dengan  pekerja kontrak.   Artinya, perjanjian berkahir jika pekerjaan tertentu sudah diselesaikan dan secara otomatis pekerja terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK.

 

Mengingat sifatnya yang temporer, PKWT tidak mensyaratkan adanya masa percobaan kerja. Selain itu, pekerja tidak berhak mendapatkan kompensasi PHK seperti pesangon, uang pengganti hak, dan uang penghargaan masa kerja. Menurut Pasal 59 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, ciri-ciri dari perjanjian ini di antaranya:

  • Pekerjaan yang sekali selesai atau yang semantara sifatnya.
  • Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama 3 (tiga) tahun.
  • Pekerjaan yang bersifat musiman.
  • Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam penjajakan.

Syarat-syarat PKWT diatur dalam Pasal 57 UU Ketenagakerjaan, meliputi:

  1. Perjanjian kerja dibuat secara tertulis serta harus menggunakan Bahasa Indonesia dan huruf latin.
  2. Perjanjian kerja yang dibuat secara tidak tertulis bertentangan dengan dinyatakan sebagai perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu.
  3. Jika perjanjian kerja yang dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing terdapat perbedaan penafsiran antara keduanya, maka yang berlaku adalah perjanjian kerja dibuat dalam Bahasa Indonesia. (nqc) 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Apa yang bisa kami bantu?